Borobudur International Festival Menjadi Magnet Utama Destinasi Joglosemar

Borobudur International Festival (BIF) yang bakal digelar pada 28-30 Agustus 2017 di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dijadikan sebagai sarana efektif untuk branding Candi Borobudur sebagai magnet utama destinasi Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar)

Borobudur International Festival Menjadi Magnet Utama Destinasi Joglosemar
Borobudur International Festival Menjadi Magnet Utama Destinasi Joglosemar (Sumber: viva.co.id)

“Kita sudah meluncurkan branding sepuluh destinasi, di antaranya Joglosemar dengan brand ‘Java cultural wonders’. Sub-brand destinasi pariwisata ini bakal memperkuat positioning dari masterbrand ‘Wonderful Indonesia’,” ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sendiri menyebut bahwa Candi Borobudur merupakan ikon sekaligus magnet kunjungan wisatawan, bukan hanya di kawasan Joglosemar, namun juga Jateng, Indonesia dan dunia.

“Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO Candi Borobudur merupakan magnet bagi wisawata dunia, sementara Kemenpar menetapkan sebagai satu di antara sepuluh destinasi prioritas. Demi kesejahteraan masyarakat, Borobudur mempunyai potensi wisata kelas dunia ditunjukkan oleh berbagai ketetapan itu sehingga layak didorong pengelolaannya”.

Penyelenggaraan BIF sendiri menjadi wadah bagi seniman (dari dalam negeri dan luar negeri) untuk menyuguhkan kreativitas terbaik mereka serta sebagai sarana untuk branding Candi Borobudur sebagai magnet utama destinasi Joglosemar dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Jateng dan D.I.Yogyakarta. Pasti saja tujuan lainnya merupakan untuk mencapai sasaran kunjungan 15 juta wisman tahun ini dan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

BIF 2017 mengimplikasikan ratusan seniman dari beragam daerah di Tanah Air serta seniman mancanegara, di antaranya dari Jepang, China, dan India. Para seniman ini akan tampil dengan karya terbaik mereka mulai pagi hingga malam hari.

Dalam rangkaian acara BIF 2017 tersebut seniman-seniman asal negeri tirai bambu China, Jepang, dan India akan melakukan kolaborasi pertunjukan seni adat-istiadat dengan para seniman dari berbagai daerah di Tanan Air.

BIF 2017 juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian daerah dari Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), Banten dan Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Tegal, Cilacap, Jepara, Wonogiri, Rembang dan Magelang. Pada pembukaan Pameran Permuseuman dan Kepurbakalaan tersebut, mereka menghadirkan duta seni provinsi dan duta dari mancanegara, serta familiarization (fam) trip.

para peserta dari mancanegara bakal diajak melihat langsung destinasi serta keindahaan Candi Borobudur serta kegiatan desa wisata sekitar Borobudur, berbagai pelatihan pariwisata dalam menyambut wisatawan dilakukan oleh termasuk aktivitas warga setempat dalam mewujudkannya.