Fungsi Hati Pada Tubuh Manusia

FUNGSI HATI – Hati ialah organ kelenjar perut yang tergolong salam satu organ dalam sistem pencernaan. Hati terletak di unsur kanan atas perut dan di bawah diafragma. Dimana ia menjadi di antara organ vital yang menopang nyaris semua kegiatan organ-organ lainnya dengan kapasitas tertentu.

Fungsi Hati Pada Tubuh Manusia

Hati adalah organ tubuh terbesar kedua (kulit ialah organ terbesar) dan berat selama 3 pounds atau 1,4 kilogram, menurut keterangan dari American Liver Foundation. Organ hati mempunyai empat lobus dan mempunyai warna dengan perpaduan antara warna coklat lembut merah muda. Di dalam organ hati mengandung sejumlah drainase empedu.

Organ ini juga bermanfaat untuk menyimpan sejumlah nutrisi penting, tergolong vitamin (terutama A, D, E, K, dan B-12) dan zat besi. Di samping itu, faedah hati lainnya ialah untuk menyimpan gula glukosa simpel dan mengubahnya menjadi glukosa yang dapat digunakan saat kadar gula darah kita turun.

Salah satu peran hati yang sangat terkenal ialah sistem detoksifikasi. Berdasarkan keterangan dari Canadian Liver Foundation, hati bakal menghilangkan zat beracun yang berada pada darah, laksana alkohol dan obat-obatan, menurut keterangan dari Canadian Liver Foundation.

Tidak melulu menghancurkan zat-zat beracun, hati pun menghancurkan hemoglobin, insulin dan hormon yang berlebihan supaya kadar hormon tetap dalam tubuh tetap seimbang. Di samping itu, ia pun menghancurkan sel darah merah yang telah tua.

Oleh sebab itu, faedah hati paling penting supaya proses metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik. Organ ini akan mengubah karbohidrat, lemak dan protein sehingga dapat menjadi zat yang bermanfaat seperti glukosa, kolesterol, fosfolipid dan lipoprotein yang dipakai di sekian banyak sel di semua tubuh.

Hati bakal memecah unsur protein yang tidak dapat dipakai dan mengubahnya menjadi amonia, dan kesudahannya menjadi urea.

Berdasarkan keterangan dari Canadian Liver Foundation, ada lebih dari 100 jenis penyakit hati. Berikut susunan yang mereka berikan tentang penyakit hati yang sangat sering terjadi:

Sindroma alagil
Defisiensi anti-trypsin Alpha 1
Hepatitis autoimun
Atresia empedu
Sirosis
Penyakit kistik hati
Penyakit hati berlemak
Galaktosemia
Batu empedu
Sindrom Gilbert
Hemochromatosis
Kanker hati
Penyakit hati pada kehamilan
Hepatitis neonatal
Sirosis bilier primer
Primary sclerosing cholangitis
Porfiria
Sindroma Reye
Sarkoidosis
Hepatitis beracun
Penyakit penyimpanan glikogen tipe 1
Tirosinemia
Viral hepatitis A, B, C
Penyakit Wilson

Disebutkan pun bahwa terdapat sejumlah penyakit hati yang mempunyai sifat genetik, sementara yang lainnya diakibatkan oleh virus atau racun, laksana obat-obatan, racun dan alkohol.

Beberapa hal risiko, menurut keterangan dari Mayo Clinic, tergolong konsumsi alkohol atau alkohol berat, merasakan transfusi darah sebelum tahun 1992, kadar trigliserida dalam darah tinggi, diabetes, obesitas dan terkena darah orang beda dan cairan tubuh.

Hal tersebut dapat terjadi dampak pemakaian jarum suntik secara bersamaan. Bisa pun dari jarum tato atau perangkat penusuk tubuh yang tidak steril, dan hubungan seks tanpa kondom.

Berdasarkan keterangan dari National Institutes of Health’s Medline Plus, satu fenomena penyakit hati ialah penyakit kuning – kulit dan mata kekuningan. Gejala lainnya mencakup sakit perut dan pembengkakan, kulit gatal yang persisten, urine gelap, tinja pucat, tinja berdarah atau hitam, kelelahan, gampang memar, mual dan kehilangan nafsu makan.