Ngerinya Obat PCC Serta Kandungan Didalam

Obat PCC atau dikenal dengan obat Paracetamol, Caffeine, and Carisoprodol (PCC) akhir akhir ini menghebohkan tanah air indonesia kita ini terutama kota kendari, efek obat tersebut membuat anak anak yang mengkonsumsinya menjadi kejang, mengamuk hingga bertingkah seperti layaknya zombie, Kebanyakan korban yang terlibat didalamnya adalah siswa SD dan SMP.

Dari berita yang kami dapat efek yang timbul setelah mengkonsumsi obat itu kebanyakan pasien tak sadarkan diri bahkan meninggal dunia, ngerinya  lagi bagi pasien yang selamat dilaporkan menunjukkan kondisi mental yang terganggu sehingga harus diikat agar tak mengamuk. sebenarnya apa sih yang terkandung didalam obat PCC tersebut sehingga bisa membuat pemakai seperti ini.

PCC adalah obat yang terbuat dari tiga gabungan komponen, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol dari ketiga komponen tersebut tentunya mempunyai fungsi yang berbeda -beda

1. Paracetamol

Paracetamol atau disebut acetaminophen merupakan jenis obat penghilang rasa sakit yang banyak dijual di apotek secara bebas kebanyakan  obat ini diminum untuk gejala rasa sakit ringan seperti sakit kepala, flu, nyeri karena haid, sakit gigi, hingga nyeri sendi. obat tersebut bisa diminum oleh anak maupun orang dewasa, Tablet paracetamol 500mg diminum setiap 6 jam sekali untuk mencapai efek penghilang rasa nyeri ini. terdapat efek samping juga setelah minum obat tersebut seperti gejala seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu  makan, urin berwarna gelap serta feses pucat hingga warna kulit dan mata menjadi kuning.

2. Caffeine (kafein)

Caffeine atau biasa orang menyebutnya dengan kafein ini adalah zat yang terdapat didalam kopi, teh ataupun cola, fungsi kafein ini untuk meningkatkan kesadaran, fokus, dan waspada. oleh karena itu jika anda meminum kopi maka efek yang akan timbul adalah anda merasa tidak ngantuk serta Caffeine juga bisa membantu menghilangkan nyeri otot dan pemulihan cedera.

mengenai soal efek samping tentunya pasti ada jika anda mengkonsumsi caffeine terus menerus bisa meningkatkan produksi urine berkat khasiat  diuretiknya dan juga mampu menaikkan tekanan darah. jadi bagi anda yang mempunyai hipertensi disarankan untuk menghindari kopi dan makanan  yang mengandung caffeine lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.

 

3. Carisoprodol

komponen yang terakhir adalah Carisoprodol, obat yang mempunyai fungsi merelaksasi otot. Jika paracetamol dan kafein adalah zat yang umum  dikonsumsi dan relatif aman sehingga dijual bebas, berbeda halnya dengan carisoprodol, obat carisoprodol ini dibeli berdasarkan resep dokter pada tahun 2013 obat ini sudah tidak dijinkan untuk di edarkan dikarenakan mempunyai efek samping buruk daripada penggunaannya.

Fungsi Carisoprodol bekerja hampir sama dengan kedua komponen diatas yaitu mengurangi rasa sakit pada saraf dan otak namun efek yang diciptakan bisa membahayakan korban yang meminumnya seperti halusinasi dan kejang, Jika diminum bersama alkohol, obat ini akan membuat Anda merasakan  kantuk yang amat parah hingga rasa pusing.

Nah gimana kalau 3 komponen tersebut di gabung menjadi satu tablet yang dinamakan obat PCC.

Bila seseorang menggabungkan dan komsumsi ketiga obat ini secara bersamaan, menjadi obat PCC, dampak masing-masing obat akan saling bekerja sama.

Obat PCC pada akhirnya mengganggu susunan saraf pusat di otak.

Perwujudan kehancuran saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara tertentu memunculkan dampak halusinasi yang nampak pada beberapa korban.

Pergantian mood yang signifikan juga kerap terjalin, begitu juga dengan kendala sikap dan emosi juga mampu terjalin pada pengguna obat PCC.

Kendala ini kerap disebut dengan istilah “bad trip” ialah gejala takut, ketakutan, dan panik yang terjalin pada pengguna obat. tidak hanya itu, penyalahgunaan obat ini mampu menimbulkan overdosis sampai dengan kematian.