Perkembangan Emosi Tentang Ketakut Setiap Orang

Emosi berguna sekali untuk mengetahui kondisi mental dan fisik kita. Anda semua pasti sejak kecil memiliki perasaan takut akan suatu hal.

Yang menjadi sebuah pertanyaannya adalah, kenapa seseorang sangat menakuti sesuatu hal itu? Kenapa bisa bisa timbul rasa takut yang berlebih?

Seperti halnya phobia, yaitu takut pada suatu aktivitas, benda atau keadaan yang lainnya.

Seperti misalnya phobia terhadap ruangan gelap, mungkin setiap orang memiliki kisah tersendiri hingga takut pada ruang gelap, mungkin saat masih kecil sering di kunci  di ruangan gelap atau saat berada di ruangan gelap terjadi dan muncul pemikiran yang negatif yang membuat jiwa merasa resah dan buru-buru untuk meninggalkan ruangan tersebut.

Sebenarnya dari pernyataan di atas sudah di pastikan, rasa takut terhadap sesuatu merupakan pemikiran yaang muncul dari kepala anda yang di olah menjadi emosi dan ekspresi raut wajah, tindakan dan lain sebagainya yang bisa timbul dari kondisi mental dan fisik.

Adapun perkembangan emosi pada ketakutan dari anak-anak hingga orang dewasa dan semua itu berkembang dari waktu ke waktu yang misalnya saat masih kecil sering ketakutan tidur sendiri, saat sudah dewasa berani dan bahkan tinggal di rumah sendiri.

Perkembangan Emosi Tentang Ketakut Setiap Orang

Biasanya rasa takut pada anak-anak muncul karena takut dengan perpisahan dengan orang tuanya atau dengan pengasuhnya yang biasa bersama dengan si anak. Anak akan sangat khawatir kalau sendirian terutama saat awal masuk sekolah. Anak akan merasa dirinya tidak aman, tidak terurus seperti di rumah atau ada masalah yang akan menimpa dirinya.

Memang pada anak-anak terjadi pemikiran polos yang memang anak-anak lebih bergantung kepada orang tua atau orang terdekatnya untuk suatu kegiatan atau menjadi penolong saat dirinya dalam keadaan yang susah. Saat anak-anak pun ada saja yang lucu dari tingkahnya terutama saat berurusan dengan binatang. Ada yang tipe pemberani dan ada yang tipe penakut.

Anak-anak yang takut kepada binatang biasanya berfikir takut kena gigit, di tambah giginya tajam dan cakarnya panjang atau sudah pernah di cakar dan di gigit.  Perkembangan emosi seiring dengan waktu, akan bisa berubah bergantung kepada diri si anaknya sendiri.

Orang dewasa pun ada yang demikian, tetapi kebanyakan orang dewasa semakin berani dan berkurang rasa takutnya dan ada yang malah menjadi-jadi.

Orang dewasa atau remaja pun memiliki rasa takut dengan tingkatan berbeda dari anak-anak dan kategori rasa takutnya pun bertambah.

Misalkan saja jika anak-anak takut di tinggalkan oleh orang tua, jika sudah dewasa dia akan sangat ketakutan bila cintanya pergi dari dirinya.

Memang ini berhubungan juga dengan kondisi perkembangan anak pada hal fisik dan biologisnya yaang bisa menimbulkan sebuah pemikiran baru dari hal tersebut. perkembangan emosi pada orang dewasa juga tidak terlalu di perlihatkan seperti anak-anak yang secara terang-terangan bila ketakutan akan menangis, tetapi jika orang dewasa atau remaja, bila ketakutan mereka akan menahannya hingga semuanya berakhir atau sampai batasnya.